Fi’il Mudhori Dalam Tata Bahasa Arab: Pengertian, Fungsi, Dan Contohnya – Pernahkah kamu merasa kesulitan memahami struktur kalimat dalam bahasa Arab? Salah satu kunci untuk menguasainya adalah dengan memahami Fi’il Mudhori, kata kerja yang menggambarkan tindakan atau keadaan yang sedang berlangsung, akan datang, atau kebiasaan. Artikel ini akan membedah Fi’il Mudhori secara detail, dari pengertian hingga contoh penggunaannya dalam berbagai konteks.
Siap untuk menjelajahi dunia tata bahasa Arab yang lebih dalam?
Kita akan mempelajari perbedaannya dengan Fi’il Madhi (kata kerja lampau) dan Fi’il Amr (kata kerja perintah), serta bagaimana Fi’il Mudhori berperan dalam membentuk kalimat berita, pertanyaan, hingga kalimat-kalimat kompleks. Dengan contoh-contoh yang mudah dipahami, kamu akan lebih percaya diri dalam memahami dan menggunakan Fi’il Mudhori dalam percakapan dan tulisan berbahasa Arab. Yuk, kita mulai!
Fi’il Mudhori Dalam Tata Bahasa Arab
Belajar bahasa Arab memang menantang, tapi percayalah, setiap tantangan menyimpan keindahan tersendiri! Salah satu elemen penting dalam tata bahasa Arab yang perlu dikuasai adalah Fi’il Mudhori. Fi’il Mudhori, atau verba imperfektif, merupakan kunci untuk memahami dinamika kalimat Arab, mengungkapkan waktu, dan nuansa yang lebih dalam. Yuk, kita telusuri bersama!
Pengertian Fi’il Mudhori

Fi’il Mudhori dalam tata bahasa Arab merupakan bentuk kata kerja yang menunjukkan tindakan, keadaan, atau proses yang sedang berlangsung, akan datang, atau bersifat kebiasaan. Berbeda dengan Fi’il Madhi (kata kerja lampau) yang menjelaskan peristiwa yang sudah terjadi, Fi’il Mudhori lebih fleksibel dalam menyatakan waktu. Ia juga berbeda dengan Fi’il Amr (kata kerja perintah) yang mengungkapkan perintah atau larangan.
Perbedaan mendasar terletak pada bentuk kata dan fungsinya dalam kalimat. Fi’il Madhi biasanya memiliki imbuhan khusus yang menandai waktu lampau, sedangkan Fi’il Mudhori umumnya tidak memiliki imbuhan waktu yang sejelas Fi’il Madhi, kecuali tanda wazan (bentuk kata dasar) yang menunjukkan waktu tertentu.
Fi’il Amr, sebagaimana namanya, berfungsi sebagai perintah atau larangan dan memiliki bentuk kata yang khas.
Contoh kalimat yang menunjukkan Fi’il Mudhori:
- يَكتُبُ (yaktubu): Dia menulis (sedang menulis/akan menulis/biasa menulis)
- تَكتُبُ (taktubu): Dia (perempuan) menulis (sedang menulis/akan menulis/biasa menulis)
- نَكتُبُ (naktubu): Kami menulis (sedang menulis/akan menulis/biasa menulis)
Karakteristik morfologis Fi’il Mudhori antara lain ditandai dengan adanya huruf-huruf tambahan yang khas pada akar kata dan perubahan bentuk berdasarkan subjek (pelaku) dan aspek (waktu).
Bentuk | Arti | Contoh |
---|---|---|
يَكتُبُ (yaktubu) | Dia menulis (sedang/akan/biasa) | Dia sedang menulis surat. |
كَتَبَ (kataba) | Dia menulis (telah) | Dia telah menulis surat. |
اكتُبْ (iktub) | Tulislah! | Tulislah surat itu! |
Fungsi Fi’il Mudhori

Fi’il Mudhori memiliki peran penting dalam membentuk kalimat Arab, tidak hanya menyatakan peristiwa yang sedang berlangsung, akan datang, atau kebiasaan, tetapi juga menunjukkan tujuan, kondisi, dan hubungan antara klausa dalam kalimat yang lebih kompleks.
Berikut beberapa fungsi Fi’il Mudhori dalam kalimat:
- Menyatakan peristiwa yang sedang berlangsung: هُوَ يَقْرَأُ الْكِتَابَ (Huwa yaqra’ul kitaaba)
-Dia sedang membaca buku. - Menyatakan peristiwa yang akan datang: سَأَسَافِرُ غَدًا (Sa’asafir ghadaan)
-Saya akan bepergian besok. - Menyatakan kebiasaan: يَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ كُلَّ يَوْمٍ (Yadhabu ila al-masjid kullayawmin)
-Dia pergi ke masjid setiap hari.
Contoh penggunaan Fi’il Mudhori dalam berbagai konteks:
- Kalimat Berita: الطَّالِبُ يَدْرُسُ (Ath-thalib yadrusu)
-Siswa itu belajar. - Kalimat Pernyataan: الْبَيْتُ جَمِيلٌ وَالْبَحْرُ زَكِيٌّ (Al-baytu jamilun wal-bahru zakiyyun)
-Rumah itu indah dan laut itu bersih. - Kalimat Tanya: هَلْ تَفْهَمُونَ؟ (Hal tafhamūn?)
-Apakah kalian mengerti?
Fi’il Mudhori juga berperan dalam membentuk berbagai jenis klausa, seperti klausa waktu, syarat, tujuan, dan sebagainya. Penggunaan Fi’il Mudhori dalam klausa-klausa ini membantu membangun struktur kalimat Arab yang kompleks dan menarik.
Bentuk dan Pola Fi’il Mudhori

Fi’il Mudhori memiliki bentuk dasar (masdar) yang kemudian berubah berdasarkan waktu dan pelaku. Perubahan ini mengikuti pola wazan (bentuk kata dasar) tertentu. Pemahaman wazan sangat penting untuk memahami bagaimana Fi’il Mudhori dibentuk dan digunakan.
Contoh Fi’il Mudhori dalam berbagai wazan:
Wazan | Contoh | Arti |
---|---|---|
فعل (fa’ala) | يَفْعَلُ (yaf’alu) | Dia melakukan |
فعلل (fa’alla) | يُفَعِّلُ (yufa’ilu) | Dia memperkuat |
تَفَعَّلَ (tafa’ala) | يَتَفَعَّلُ (yatafa’alu) | Dia aktif |
Perubahan huruf-huruf dalam Fi’il Mudhori mempengaruhi artinya dan fungsinya dalam kalimat. Misalnya, perubahan huruf awal dapat menunjukkan perubahan waktu atau aspek, sedangkan perubahan huruf lainnya dapat menunjukkan perubahan pelaku atau objek.
Contoh Kalimat dengan Fi’il Mudhori, Fi’il Mudhori Dalam Tata Bahasa Arab: Pengertian, Fungsi, Dan Contohnya
Berikut beberapa contoh kalimat Arab yang menggunakan Fi’il Mudhori dalam berbagai bentuk dan konteks:
Kalimat 1: يَقْرَأُ الْوَلَدُ الْقُرْآنَ (Yaqra’ul waladu al-qur’ana)
-Anak laki-laki itu membaca Al-Quran.
Terjemahan: Anak laki-laki itu sedang membaca Al-Quran.
Fungsi Fi’il Mudhori: Menyatakan kegiatan yang sedang berlangsung.
Kalimat 2: سَأَزُورُ أَهْلِي غَدًا (Sa’azūru ahli ghadaan)
-Saya akan mengunjungi keluarga saya besok.
Terjemahan: Saya akan mengunjungi keluarga saya besok.
Fungsi Fi’il Mudhori: Menyatakan rencana di masa depan.
Kalimat 3: تَسْتَمِعُ إِلَى الْمُوسِيقَى كُلَّ يَوْمٍ (Tasta’mi’u ila al-mūsīqā kullayawmin)
-Dia mendengarkan musik setiap hari.
Terjemahan: Dia mendengarkan musik setiap hari.
Fungsi Fi’il Mudhori: Menyatakan kebiasaan.
Kalimat 4: يُحِبُّ مُحَمَّدٌ أَخَاهُ (Yuhibbu Muhammadun akhāhu)
-Muhammad mencintai saudaranya.
Terjemahan: Muhammad mencintai saudaranya.
Fungsi Fi’il Mudhori: Menyatakan fakta.
Kalimat 5: إِذَا دَرَسْتَ، تَنْجَحُ (Idhā darasta, tanjahu)
-Jika kamu belajar, kamu akan berhasil.
Terjemahan: Jika kamu belajar, kamu akan berhasil.
Fungsi Fi’il Mudhori: Menyatakan kondisi (klausa syarat).
I’rab Fi’il Mudhori
I’rab Fi’il Mudhori, atau penandaan harakat pada Fi’il Mudhori, bergantung pada fungsinya dalam kalimat. Berbeda dengan Fi’il Madhi yang i’rabnya lebih terbatas, Fi’il Mudhori memiliki kemungkinan i’rab yang lebih beragam.
I’rab | Contoh | Penjelasan |
---|---|---|
Raf’ (رفع) | يَكتُبُ (yaktubu) | Fi’il Mudhori sebagai predikat (khabar) dalam kalimat berita |
Nasb (نصب) | لِيَكتُبْ (liyaktub) | Fi’il Mudhori dalam bentuk maf’ul bih (objek) |
Jar (جر) | بِكِتَابَةٍ (bikitabatin) | Fi’il Mudhori dalam bentuk majrur (keterangan tempat) |
Perbedaan i’rab Fi’il Mudhori dalam berbagai jenis kalimat dipengaruhi oleh fungsi dan posisinya dalam kalimat tersebut. Pemahaman i’rab ini sangat penting untuk memahami struktur kalimat Arab dan arti yang dimaksud.
Ringkasan Akhir: Fi’il Mudhori Dalam Tata Bahasa Arab: Pengertian, Fungsi, Dan Contohnya

Memahami Fi’il Mudhori adalah langkah penting dalam menguasai tata bahasa Arab. Dengan memahami pengertian, fungsi, dan berbagai bentuknya, kamu akan mampu menganalisis dan membentuk kalimat Arab dengan lebih akurat dan fasih. Jangan ragu untuk terus berlatih dan memperdalam pemahamanmu, karena penguasaan bahasa Arab yang baik akan membuka banyak peluang dan pengalaman baru. Selamat belajar!
FAQ dan Solusi
Apa perbedaan utama antara Fi’il Mudhori dan Masdar?
Fi’il Mudhori adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan atau keadaan, sedangkan Masdar adalah bentuk kata kerja dasar (infinitive) yang menunjukkan makna kata kerja itu sendiri tanpa waktu atau pelaku.
Apakah Fi’il Mudhori selalu menunjukkan waktu masa depan?
Tidak selalu. Fi’il Mudhori dapat menunjukkan waktu sekarang, masa depan, dan juga kebiasaan atau keadaan umum.
Bagaimana cara membedakan Fi’il Mudhori yang menunjukkan waktu sekarang dan masa depan?
Konteks kalimat dan kata-kata lain yang menyertainya biasanya akan menunjukkan apakah Fi’il Mudhori menunjukkan waktu sekarang atau masa depan. Kadang, imbuhan atau partikel tertentu juga membantu menunjukkan perbedaan waktu.
Apakah ada Fi’il Mudhori yang tidak berubah bentuknya?
Tidak, Fi’il Mudhori akan selalu berubah bentuknya sesuai dengan pelaku (orang dan jenis kelamin) dan waktu (meski tidak selalu secara eksplisit menunjukkan waktu tertentu).