Penyakit Dishidrosis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya. Pernahkah kamu mengalami ruam gatal yang menyiksa di tangan atau kaki? Bisa jadi kamu menderita penyakit dishidrosis, kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya lepuhan kecil berisi cairan. Kondisi ini memang mengganggu penampilan dan kenyamanan, namun jangan khawatir, karena kita akan membahas tuntas penyebab, gejala, dan pengobatannya agar kamu bisa segera menemukan solusi terbaik.
Dishidrosis, atau eksim dishidrotik, merupakan kondisi kulit yang menyebabkan munculnya lepuhan kecil dan gatal pada telapak tangan dan kaki. Lepuhan ini bisa berisi cairan bening dan seringkali disertai rasa terbakar dan nyeri. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa minggu, bahkan bulan. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, beberapa faktor seperti alergi, stres, dan kontak dengan iritan dipercaya berperan dalam perkembangan penyakit ini.
Yuk, kita selami lebih dalam tentang penyakit ini dan cari tahu cara mengatasinya!
Penyakit Dishidrosis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Pernahkah kamu mengalami ruam kecil dan gatal yang muncul di tangan atau kaki? Kondisi ini mungkin saja dishidrosis, sebuah penyakit kulit yang cukup mengganggu. Artikel ini akan membahas secara detail tentang penyakit dishidrosis, mulai dari pengertian, gejala, penyebab, hingga pengobatannya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Pengertian Penyakit Dishidrosis
Dishidrosis, juga dikenal sebagai eksim dishidrotik, adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya lepuhan kecil dan gatal di telapak tangan dan kaki. Lepuhan ini biasanya berisi cairan bening dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang signifikan. Penyebab pasti dishidrosis belum diketahui secara pasti, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik, alergi, dan stres.
Tidak ada jenis-jenis dishidrosis yang diklasifikasikan secara medis. Namun, keparahan dan manifestasi klinisnya bisa bervariasi, tergantung pada individu dan faktor pemicunya. Mekanisme terjadinya dishidrosis melibatkan reaksi peradangan pada lapisan kulit bagian dalam (dermis) yang menyebabkan penumpukan cairan dan pembentukan lepuhan. Proses ini diperkirakan dipicu oleh sistem imun yang terlalu aktif merespon berbagai faktor, seperti alergen atau stres.
Nama Penyakit | Gejala Utama | Penyebab | Perbedaan dengan Dishidrosis |
---|---|---|---|
Eksim Kontak Alergi | Ruam kemerahan, gatal, bengkak, lepuhan | Kontak dengan alergen (misalnya, nikel, kosmetik) | Biasanya muncul di area yang bersentuhan langsung dengan alergen, tidak terbatas pada telapak tangan dan kaki. |
Psoriasis | Bercak kulit merah, bersisik, tebal | Gangguan sistem imun | Tidak membentuk lepuhan berisi cairan, bercak lebih tebal dan bersisik. |
Kudis | Rasa gatal hebat, garis-garis kemerahan pada kulit | Tungau Sarcoptes scabiei | Ditandai dengan rasa gatal yang sangat hebat dan adanya terowongan yang digali oleh tungau di kulit. |
Tampilan kulit yang terdampak dishidrosis bervariasi tergantung stadiumnya. Pada stadium awal, akan muncul bintik-bintik kecil, kemerahan, dan terasa gatal. Kemudian berkembang menjadi lepuhan kecil yang berisi cairan bening, berukuran 1-3 mm. Lepuhan ini dapat pecah dan meninggalkan kulit yang kering, bersisik, dan pecah-pecah. Warna kulit bisa merah, bahkan kecoklatan di area yang terinfeksi.
Teksturnya kasar dan terasa sakit saat disentuh.
Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena dishidrosis antara lain riwayat keluarga dengan penyakit atopik (seperti eksim atau asma), riwayat alergi, paparan zat iritan (seperti deterjen atau logam), dan stres.
Gejala Penyakit Dishidrosis

Gejala utama dishidrosis adalah munculnya lepuhan kecil dan gatal pada telapak tangan dan kaki. Namun, gejala lain juga bisa muncul, tergantung pada tingkat keparahannya.
- Gejala Awal: Rasa gatal yang ringan, munculnya bintik-bintik merah kecil.
- Gejala yang Lebih Parah: Lepuhan yang berisi cairan bening, kulit kering dan pecah-pecah, rasa terbakar, nyeri, pembengkakan.
Gejala dishidrosis dapat dibedakan dari penyakit kulit lain melalui lokasi lepuhan (telapak tangan dan kaki), ukuran lepuhan yang kecil, dan adanya rasa gatal yang intens.
- Gejala ringan: Rasa gatal ringan, beberapa lepuhan kecil.
- Gejala sedang: Rasa gatal yang intens, banyak lepuhan, kulit kering dan pecah-pecah.
- Gejala berat: Rasa sakit dan terbakar, pembengkakan signifikan, lepuhan yang besar dan menyebar.
Sebagai contoh, ruam dishidrosis pada tangan mungkin tampak seperti kumpulan lepuhan kecil, berwarna bening hingga keputihan, yang berkelompok di sekitar jari atau telapak tangan. Pada kaki, lepuhan dapat muncul di telapak kaki atau di antara jari-jari kaki, menyebabkan rasa tidak nyaman saat berjalan.
Penyebab Penyakit Dishidrosis, Penyakit Dishidrosis: Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya

Penyebab pasti dishidrosis belum diketahui, tetapi beberapa faktor diyakini berperan dalam perkembangannya.
- Alergi: Kontak dengan alergen seperti nikel, kosmetik, atau deterjen dapat memicu reaksi peradangan pada kulit.
- Zat Iritan: Paparan zat iritan seperti bahan kimia keras atau deterjen juga dapat menyebabkan iritasi dan peradangan.
- Stres: Stres emosional dapat memperburuk gejala dishidrosis atau memicu kambuhnya.
- Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan penyakit atopik dapat meningkatkan risiko terkena dishidrosis.
Berdasarkan penelitian terkini, penyebab utama dishidrosis masih belum pasti, namun dipercaya merupakan interaksi kompleks antara faktor genetik, alergi, dan lingkungan, termasuk paparan zat iritan dan stres.
Pengobatan Penyakit Dishidrosis

Pengobatan dishidrosis bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah kambuh. Berbagai metode pengobatan dapat digunakan, mulai dari perawatan rumahan hingga pengobatan medis.
- Obat-obatan: Krim kortikosteroid, antihistamin, dan obat anti jamur.
- Terapi: Terapi cahaya (phototherapy), kompres dingin.
- Perawatan lainnya: Perawatan kulit yang tepat, menghindari pemicu.
Jenis Pengobatan | Cara Kerja | Efek Samping | Keunggulan |
---|---|---|---|
Krim Kortikosteroid | Mengurangi peradangan dan gatal | Penipisan kulit, striae | Efektif meredakan gejala |
Antihistamin | Mengurangi gatal | Mengantuk | Aman digunakan jangka pendek |
Kompres Dingin | Menurunkan pembengkakan dan gatal | Tidak ada efek samping yang signifikan | Mudah dilakukan di rumah |
Untuk menggunakan kompres dingin, basahi kain bersih dengan air dingin, peras hingga tidak menetes, lalu tempelkan pada area kulit yang terkena selama 10-15 menit. Ulangi beberapa kali sehari.
Perawatan kulit yang tepat sangat penting dalam mengelola dishidrosis. Pastikan kulit tetap terhidrasi dengan menggunakan pelembap yang lembut dan bebas pewangi. Hindari menggaruk area yang terkena untuk mencegah infeksi.
Pencegahan Penyakit Dishidrosis

Meskipun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena dishidrosis atau mengurangi keparahan gejalanya.
- Kebersihan tangan dan kaki: Cuci tangan dan kaki secara teratur dengan sabun lembut dan air hangat.
- Hindari kontak dengan alergen dan iritan: Kenali dan hindari zat-zat yang memicu reaksi alergi atau iritasi pada kulit.
- Kelola stres: Praktikkan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau olahraga teratur.
- Gunakan sarung tangan saat mencuci piring atau membersihkan rumah: Lindungi tangan dari paparan deterjen dan bahan kimia keras.
- Gunakan pelembap secara teratur: Menjaga kelembapan kulit dapat membantu mencegah kekeringan dan pecah-pecah.
Ringkasan Terakhir: Penyakit Dishidrosis: Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya

Mengatasi penyakit dishidrosis membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Dengan memahami penyebab, gejala, dan pilihan pengobatan yang tersedia, kamu dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredakan gejala dan mencegah kekambuhan. Ingat, konsultasi dengan dokter kulit sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana pengobatan yang terpersonalisasi. Jangan biarkan penyakit dishidrosis mengganggu aktivitas dan kepercayaan dirimu. Dengan perawatan yang tepat dan gaya hidup sehat, kamu bisa kembali menikmati hidup tanpa rasa gatal dan lepuhan yang menyiksa!
Tanya Jawab (Q&A)
Apakah penyakit dishidrosis menular?
Tidak, penyakit dishidrosis bukan penyakit menular.
Berapa lama penyakit dishidrosis berlangsung?
Lama penyakit dishidrosis bervariasi, bisa beberapa minggu hingga beberapa bulan, bahkan kambuh secara periodik.
Bisakah penyakit dishidrosis sembuh total?
Meskipun belum ada obat yang bisa menyembuhkan total, gejala dapat dikontrol dan bahkan hilang dengan pengobatan dan perawatan yang tepat.
Apa yang harus saya lakukan jika mengalami gejala dishidrosis?
Segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.