Arti Rungkad Dalam Bahasa Jawa Dan Penggunaannya Dalam Kalimat, siapa sangka kata sederhana ini menyimpan makna yang begitu dalam? Lebih dari sekadar kerusakan fisik, “rungkad” dalam Bahasa Jawa mampu melukiskan kehancuran, baik yang terlihat maupun tersembunyi di balik retakan hubungan. Mari kita telusuri keindahan dan kedalaman makna kata ini, serta bagaimana penggunaannya yang mampu menghidupkan berbagai kalimat.
Kata “rungkad” umumnya diartikan sebagai rusak atau hancur. Namun, konteks penggunaannya sangat fleksibel, meluas dari kerusakan fisik sebuah bangunan hingga runtuhnya sebuah hubungan percintaan. Pemahaman mendalam tentang nuansa kata ini akan membuka jendela baru dalam apresiasi terhadap kekayaan Bahasa Jawa. Kita akan melihat bagaimana “rungkad” digunakan dalam berbagai kalimat, baik pernyataan, pertanyaan, maupun dalam percakapan sehari-hari.
Selain itu, kita juga akan mengupas variasi kata “rungkad” dan pengaruhnya terhadap makna, serta beberapa kata serapan yang memiliki arti serupa.
Arti Kata “Rungkad” dalam Bahasa Jawa dan Penggunaannya
Bahasa Jawa, dengan kekayaan kosakatanya, menyimpan banyak kata-kata unik yang sarat makna. Salah satunya adalah kata “rungkad,” yang mungkin terdengar asing bagi penutur bahasa Indonesia. Kata ini menyimpan kedalaman makna yang tak hanya sebatas kerusakan fisik, namun juga meluas pada retakan-retakan dalam hubungan dan bahkan runtuhnya harapan. Mari kita telusuri lebih dalam makna dan penggunaannya.
Makna Dasar Kata “Rungkad”

Kata “rungkad” dalam bahasa Jawa secara harfiah berarti rusak atau patah. Makna dasarnya mengacu pada kerusakan fisik suatu objek, misalnya bangunan yang roboh atau benda yang terpecah. Namun, kata ini juga memiliki konotasi yang lebih luas dan figuratif, mencakup kerusakan non-fisik seperti hubungan yang retak atau harapan yang hancur.
Sinonim Kata “Rungkad” dan Perbedaan Nuansanya
Beberapa sinonim dari “rungkad” antara lain roboh, ambruk, jebol, dan pecah. Meskipun memiliki arti serupa, nuansa yang disampaikan berbeda. “Roboh” lebih menekankan pada keruntuhan bangunan atau struktur besar. “Ambruk” menunjukkan keruntuhan yang tiba-tiba dan total. “Jebol” menunjukkan kerusakan pada bagian tertentu, seperti tembok yang bolong.
Sedangkan “pecah” lebih umum dan bisa diterapkan pada berbagai objek, dari benda keras hingga yang lunak.
Penggunaan “Rungkad” untuk Kerusakan Fisik

Dalam konteks kerusakan fisik, “rungkad” digunakan untuk menggambarkan keadaan suatu objek yang mengalami kerusakan parah hingga tak berbentuk lagi. Misalnya, sebuah pohon tua yang rungkad diterjang badai, atau sebuah rumah tua yang rungkad karena gempa bumi. Kata ini menekankan pada kerusakan yang signifikan dan tak dapat diperbaiki dengan mudah.
Penggunaan “Rungkad” untuk Kerusakan Non-Fisik
Penggunaan “rungkad” untuk kerusakan non-fisik lebih menekankan pada kerusakan hubungan atau runtuhnya suatu sistem. Misalnya, hubungan percintaan yang rungkad karena pertengkaran hebat, atau kepercayaan yang rungkad akibat pengkhianatan. Dalam konteks ini, “rungkad” menunjukkan kerusakan yang mendalam dan sulit untuk diperbaiki.
Perbandingan Kata “Rungkad” dengan Sinonimnya, Arti Rungkad Dalam Bahasa Jawa Dan Penggunaannya Dalam Kalimat
Berikut tabel perbandingan kata “rungkad” dengan sinonimnya:
Kata | Arti | Perbedaan Nuansa | Contoh Kalimat |
---|---|---|---|
Rungkad | Rusak parah, patah | Menekankan kerusakan total dan signifikan | Pohon jati itu rungkad diterjang angin topan. |
Roboh | Jatuh dan runtuh | Lebih spesifik untuk bangunan atau struktur | Gedung tua itu roboh karena gempa. |
Ambruk | Runtuh tiba-tiba | Menekankan keruntuhan yang cepat dan mendadak | Atap rumah itu ambruk karena hujan deras. |
Jebol | Rusak sebagian, bolong | Menunjukkan kerusakan pada bagian tertentu | Tembok pagar itu jebol karena ditabrak mobil. |
Penggunaan Kata “Rungkad” dalam Kalimat: Arti Rungkad Dalam Bahasa Jawa Dan Penggunaannya Dalam Kalimat
Kata “rungkad” dapat digunakan dalam berbagai jenis kalimat dan konteks, memberikan nuansa yang berbeda-beda tergantung penggunaannya.
Contoh Kalimat dengan “Rungkad” dalam Konteks Kerusakan Benda
Genting rumah itu rungkad karena diterpa angin kencang.
Contoh Kalimat dengan “Rungkad” dalam Konteks Hubungan yang Rusak

Hubungan mereka rungkad setelah bertengkar hebat.
Contoh Kalimat dengan “Rungkad” dalam Konteks Kiasan (Runtuhnya Harapan)
Semangatnya rungkad setelah gagal ujian.
Contoh Kalimat “Rungkad” dalam Berbagai Jenis Kalimat
Berikut contoh kalimat “rungkad” dalam berbagai jenis kalimat:
- Pernyataan: Mimpi-mimpinya rungkad setelah kenyataan pahit menerpa.
- Pertanyaan: Apakah hubungan kalian sudah rungkad?
- Perintah (tidak disarankan, karena nuansa kata kurang tepat): Jangan sampai harapanmu rungkad!
Contoh Dialog Singkat Menggunakan “Rungkad”

Berikut contoh dialog singkat yang menggunakan kata “rungkad”:
“Wah, pagar tetangga sebelah rungkad ya, Mbak?”
“Iya, Mas. Kelihatannya diterjang angin puting beliung tadi malam.”
Variasi Kata “Rungkad” dan Pengaruhnya pada Arti
Meskipun tidak terdapat variasi kata “rungkad” dengan imbuhan yang secara signifikan mengubah arti, penggunaan kata ini dalam konteks tertentu dapat memunculkan nuansa yang berbeda. Penggunaan kata ini dalam dialek Jawa yang berbeda mungkin juga memiliki sedikit perbedaan dalam pelafalan, namun secara umum maknanya tetap sama.
Contoh Kalimat dengan Variasi “Rungkad” (tidak ada variasi imbuhan yang signifikan)
Tidak ada variasi kata “rungkad” dengan imbuhan yang mengubah arti secara signifikan. Penggunaan kontekslah yang menentukan nuansa arti.
Kemungkinan Penggunaan “Rungkad” dalam Berbagai Dialek Jawa
Secara umum, kata “rungkad” dipahami di berbagai dialek Jawa dengan makna yang serupa. Perbedaan mungkin hanya terletak pada pelafalannya saja, yang sedikit bervariasi antar daerah.
Kata Serapan dengan Makna Mirip “Rungkad”

Kata-kata serapan seperti “hancur,” “rusak,” dan “porak-poranda” memiliki makna yang mirip dengan “rungkad,” namun “rungkad” lebih spesifik menekankan pada kerusakan yang parah dan total, serta dapat digunakan dalam konteks figuratif.
Paragraf yang Menggunakan “Rungkad” dan Variasinya (tidak ada variasi imbuhan yang signifikan)
Pohon besar di depan rumahku rungkad diterjang angin kencang. Bukan hanya pohonnya yang patah, tetapi juga pagar dan sebagian atap rumah ikut rusak. Kejadian ini benar-benar membuatku merasa harapan untuk panen raya tahun ini rungkad juga. Kerusakan yang terjadi sungguh parah dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Ilustrasi Penggunaan Kata “Rungkad”
Berikut deskripsi ilustrasi untuk menggambarkan makna “rungkad” dalam berbagai konteks:
Ilustrasi “Rungkad” dalam Konteks Kerusakan Fisik
Ilustrasi ini menampilkan sebuah rumah tua yang dindingnya retak-retak dan sebagian atapnya runtuh. Kayu-kayu penyangga terlihat patah dan berserakan. Warna-warna kusam dan debu menyelimuti bangunan, menunjukkan kerusakan yang sudah lama terjadi. Detail visual seperti retakan yang dalam, kayu yang patah, dan genteng yang berserakan memperkuat makna “rungkad” yang menunjukkan kerusakan fisik yang parah.
Ilustrasi “Rungkad” dalam Konteks Runtuhnya Hubungan
Ilustrasi ini menampilkan dua figur manusia yang berdiri saling berjauhan, dengan punggung menghadap satu sama lain. Di antara mereka terdapat celah besar yang dipenuhi oleh pecahan-pecahan hati yang berserakan. Ekspresi wajah mereka menunjukkan kesedihan dan kekecewaan. Detail visual seperti celah yang lebar, pecahan hati yang berserakan, dan ekspresi wajah yang sedih memperkuat makna “rungkad” yang menggambarkan keretakan hubungan yang tak dapat diperbaiki.
Ilustrasi “Rungkad” dalam Konteks Kiasan (Runtuhnya Harapan)
Ilustrasi ini menampilkan sebuah balon berwarna-warni yang telah meletus, dengan potongan-potongan balon yang melayang di udara. Warna-warna yang tadinya cerah kini terlihat kusam dan layu. Latar belakangnya gelap dan suram. Detail visual seperti balon yang meletus, warna-warna yang kusam, dan latar belakang yang gelap memperkuat makna “rungkad” sebagai kiasan runtuhnya harapan.
Deskripsi Visual Ketiga Ilustrasi di Atas
- Ilustrasi 1: Rumah tua yang runtuh, dinding retak, kayu patah, genteng berserakan.
- Ilustrasi 2: Dua figur manusia berjauhan, celah besar di antara mereka, pecahan hati berserakan, ekspresi wajah sedih.
- Ilustrasi 3: Balon meletus, potongan-potongan balon melayang, warna kusam, latar belakang gelap.
Ilustrasi Kalimat “Rumah Itu Rungkad Diterjang Angin Ribut”

Ilustrasi ini menampilkan sebuah rumah sederhana yang hancur diterjang angin ribut. Atap rumah sebagian besar telah hilang, dindingnya roboh dan berserakan, kayu-kayu penyangga patah dan berserakan di sekitar rumah. Pohon-pohon di sekitar rumah tampak tumbang dan ranting-rantingnya berserakan. Angin kencang digambarkan melalui awan gelap dan pepohonan yang tertiup kencang. Keseluruhan gambar menunjukkan kerusakan yang parah dan total pada rumah tersebut, sesuai dengan makna “rungkad”.
Ulasan Penutup

Memahami kata “rungkad” bukan sekadar mempelajari arti kamusnya, tetapi juga menyelami nuansa dan konteks penggunaannya. Dari kerusakan fisik hingga kehancuran emosional, kata ini mampu mengekspresikan berbagai tingkat keparahan dan emosi dengan begitu tepat. Dengan pemahaman yang lebih dalam, kita dapat menghargai keindahan dan kedalaman Bahasa Jawa, sekaligus memperkaya kemampuan kita dalam berkomunikasi dan bercerita.
Bagian Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa perbedaan “rungkad” dengan “rubuh”?
“Rungkad” lebih menekankan pada kerusakan yang parah dan tak terelakkan, sedangkan “rubuh” lebih umum dan bisa menunjukkan kerusakan yang masih bisa diperbaiki.
Bisakah “rungkad” digunakan untuk menggambarkan kondisi mental seseorang?
Ya, “rungkad” dapat digunakan secara kiasan untuk menggambarkan kondisi mental yang hancur atau terpuruk, misalnya karena kehilangan.
Apakah ada ungkapan atau peribahasa Jawa yang menggunakan kata “rungkad”?
Meskipun tidak ada ungkapan baku yang populer, “rungkad” dapat dipadukan dengan kata lain untuk menciptakan ungkapan baru yang menggambarkan situasi tertentu.